Kamis, 29 Agustus 2019

Sanitasi di Lingkungan Lapangan Sempur

      Lapangan Sempur merupakan salah satu ruang terbuka hijau di Kota Bogor. Lapangan ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti jogging track, lapangan basket, dan taman. Banyaknya fasilitas di Lapangan Sempur menjadikannya salah satu tujuan masyarakat untuk menghabiskan waktu senggang untuk berolahraga maupun bersantai. Kondisi sanitasi di tempat ini tentu berpengaruh pada kesehatan lingkungannya.

      Pengelolaan sampah di Lapngan Sempur cukup baik yakni terdapat pengangkutan sampah setiap dua hari . sekali. Pemilahan sampah juga sudah dilakukan. Kondisi ini telah sesuai dengan Permenkes RI No.3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Berbasis Masyarakat karena selaras dengan prinsip penanganan sampah“pemilahan dalam bentuk pengelompokan dan pemisahan sampah sesuai dengan jenis, jumlah, dan/atau sifat sampah.” “pemilahan sampah dilakukan terhadap 2 (dua) jenis sampah, yaitu organic dan nonorganik. Untuk itu perlu disediakan tempat sampah yang berbeda untuk setiap jenis sampah tersebut. Tempat sampah harus tertutup rapat.”

       Namun, pada lokasi pujasera atau tempat makan terdapat banyak sampah yang berceceran dan ketersediaan tempat sampah juga kurang. Kehigienisan makanan di tempat tersebut juga kurang dan tidak sesuai dengan Permenkes RI No.3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Berbasis Masyarakat karena bertentangan dengan Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT).

        Keadaan sanitasi di Lapangan Sempur memiliki nilai cukup baik yaitu 63,63 %.
Permasalahan sanitasi masih banyak ditemukan di Lapangan Sempur ini. Pertama, kondisi toiletnya. Sumber air di toilet ini berasal dari air tanah dengan keadaan bersih. Namun,kondisi ventilasi di toilet buruk sehingga berakibat pada buruknya penerangan. Permasalahan terbesar dari toilet ini adalah tidak ada pengelolaan limbah cairnya sehingga limbah langsung saja dialirkan ke sungai. Keadaan ini bertentangan dengan Permenkes RI No.3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Berbasis Masyarakat karena menentang salah satu pilar mengenai STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).


Kamis, 22 Agustus 2019

PAMSIMAS

PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan sanitasi Berbasis Masyarakat) merupakan salah satu program Pemerintah yang bertujuan menciptakan masyarakat hidup bersih dan sehat dengan meningkatkan akses air minum dan sanitasi yang berkelanjutan serta melibatkan masyarakat secara aktif melalui; sosialisasi program, pembangunan sarana air bersih, pembentukan badan pengelola, pemeliharaan dan pengelolaan sarana, dan kesinambungan program.

  Ruang lingkup program pamsimas mencakup 5 komponen:
1)Pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kelembagaan daerah dan desa
2)Peningkatan perilaku higienis dan pelayanan sanitasi
3)Penyedia sarana  air minum dan sanitasi umum
4)Hibah Insenstif, dan
5)Dukungan teknis dan manajemen pelaksanaan program.

  Indikator keberhasilan program PAMSIMAS adalah :
1.Bertambahnya jumlah orang yang memiliki akses air minum yang layak,
2.Tingginya presentase masyarakat yang mempunyai sarana air minum yang layak dan berfungsi serta memenuhi tingkat kepuasan masyarakat, dan
3.Tingginya presentase jumlah masyarakat yang mempunyai sistem air minum yang layak yang dikelola dan dibiayai secara efektif.

  Dalam pengelolaan program PAMSIMAS, peran masyarakat lebih dominan dan pemerintah hanya berperan sebagai fasilitator. Semua kegiatan mulai dari perencanaan program sampai dengan pelaksanaan dilakukan oleh masyarakat. Peran serta masyarakat dalam pengelolaan air merupakan sebuah perangkat yang melibatkan masyarakat untuk mendayagunakan sumber air yang mereka miliki, sekaligus juga melestarikannya. Konsep partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat, dimana masyarakat diharapkan dapat memenuhi kebutuhannya akan air bersih secara mandiri, dan menjadikan kelestarian sumber daya air yang mereka gunakan sebagai tanggung jawab bersama.